CEO BUMA Firmana Tri Andika: Ansor Stokis Ruang Geliat UMKM
-
Home
-
CEO BUMA Group, Firmana Tri Andika Menilai Ansor Stokis Menjadi Ruang Penguatan UMKM dan Ekonomi Kader
CEO BUMA Group, Firmana Tri Andika Menilai Ansor Stokis Menjadi Ruang Penguatan UMKM dan Ekonomi Kader
CEO BUMA Group Firmana Tri Andika mengapresiasi peluncuran program Ansor Stokis di Thamrin 10 sebagai ruang strategis untuk memperkuat ekosistem UMKM dan ekonomi kader. Simak kolaborasi hebat lintas sektor ini demi mendorong kemandirian ekonomi akar rumput.
“CEO BUMA Grup Firmana Tri Andika Nilai Ansor Stokis Jadi Ruang Penguatan UMKM dan Ekonomi Kader”

JAKARTA — Ada pemandangan yang berbeda di Thamrin 10, Jakarta Pusat, baru-baru ini. Pusat kuliner dan kreativitas di tengah ibu kota itu mendadak riuh oleh kehadiran puluhan pelaku usaha kecil menengah (UMKM) dari wilayah Jabodetabek. Mulai dari aroma sedap kuliner lokal hingga pajangan produk kreatif yang unik memenuhi stan-stan yang berjejer rapi.
Riuhnya acara ini bukan tanpa alasan. Momentum tersebut menandai peluncuran Ansor Stokis, sebuah program terobosan yang diinisiasi oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor bersama PT Rukun Mitra Sejati.
Langkah konkret ini langsung mendapatkan apresiasi tinggi dari Badan Usaha Milik Ansor (BUMA). Program ini dinilai bukan sekadar jalur distribusi barang biasa, melainkan sebuah ruang pemberdayaan nyata yang siap mengantarkan produk lokal ke pasar yang jauh lebih luas.
Lebih dari Sekadar Bisnis: Ini Ruang Pemberdayaan Nyata
Bagi sebagian orang, sistem stokis mungkin terdengar seperti rantai dagang konvensional. Namun, di mata BUMA Group, program ini membawa misi yang jauh lebih besar: membangun kemandirian ekonomi dari akar rumput. Direktur Utama BUMA, Firmana Tri Andika, menjelaskan bahwa kekuatan utama dari Ansor Stokis terletak pada ekosistemnya yang berbasis komunitas. Ketika komunitas solid saling mendukung, produk-produk UMKM lokal tidak perlu lagi berjuang sendirian di tengah kerasnya persaingan pasar global.
“Ansor Stokis menjadi salah satu upaya nyata untuk membangun ekosistem ekonomi yang tumbuh bersama masyarakat. Kehadiran para pelaku UMKM dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kolaborasi kita masih sangat kuat, dan inilah yang harus terus kita jaga,” ujar Firmana dengan optimis.
Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
Dalam acara peluncuran tersebut, sedikitnya 30 pelaku UMKM Jabodetabek mendapatkan panggung untuk mempromosikan produk unggulan mereka. Keterlibatan langsung ini membawa angin segar bagi para pelaku usaha kecil. Melalui program jaringan stokis ini, mereka terbantu dalam dua aspek krusial:
Perluasan Jangkauan Pasar: Produk lokal kini memiliki akses langsung ke jaringan kader dan masyarakat yang lebih terorganisir.
Peningkatan Daya Saing: Melalui ekosistem yang terintegrasi, pelaku UMKM didorong untuk terus menjaga kualitas agar mampu bersaing di tengah dinamika ekonomi nasional.
Kolaborasi Hebat Lintas Sektor
Keseriusan program Ansor Stokis ini terlihat jelas dari jajaran tokoh nasional yang hadir untuk memberikan dukungan penuh. Sinergi ini mengonfirmasi bahwa urusan perut dan ekonomi rakyat adalah kerja bersama yang melibatkan banyak pihak.
Beberapa tokoh penting yang turut mengawal peluncuran ini antara lain:
Addin Jauharudin (Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor) yang terus konsisten menggerakkan potensi ekonomi pemuda.
Maman Abdurrahman (Menteri UMKM Republik Indonesia) yang menyambut baik integrasi komunitas dalam penguatan UMKM nasional.
Mohammad Ismail Riyadi (Plt. Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah OJK) yang memberikan pandangan pentingnya literasi keuangan syariah dalam mendukung usaha berbasis komunitas.
Harapan Baru untuk Ekonomi Mandiri
Melalui peluncuran Ansor Stokis, masyarakat diajak untuk melihat sebuah pembuktian. Bahwa ketika UMKM, organisasi kepemudaan, pemerintah, dan regulator keuangan duduk bersama, sebuah solusi ekonomi yang mandiri dan berdaya saing tinggi bisa tercipta.
Share this post: